5 Hal Penting Dalam Perencanaan Pemulihan Bencana

Proses perencanaan DR manual berarti pengguna menghabiskan banyak waktu memburu buku pegangan DR karena mereka memperbaiki masalah ??

Kapan terjadinya bencana IT dapat dikenali dari beberapa kejadian. Kebakaran, banjir, badai, data rusak: apapun penyebabnya, di beberapa titik pusat data akan mengalami peristiwa bencana yang berisiko terhadap pendapatan dan kepuasan pelanggan. Strategi pemulihan bencana harus di terapkan di tiap perusahaan agar supaya bisnis tetap dapat berdiri.

Bencana TI Dapat Menimpa Perusahaan Dengan Skala Apapun

Banyak perusahaan bergengsi banyak terjebak dengan ‘pendapat semu’ bahwa mereka tidak akan terkena dampak bencana. Data Center Vodafone di Istanbul, Turki terkena banjir bandang, transformator meledak di dalam data center sebuah ISP di Kanada, dan Go Daddy memiliki pemadaman enam jam karena data yang buruk. Tidak ada yang kebal terhadap bencana TI.

Kepastian lain dari bencana TI adalah Anda lebih baik siap menghadapinya. Namun sebagian besar organisasi mengandalkan proses manual, dengan intensitas waktu dan tidak dapat diandalkan untuk perencanaan pemulihan bencana / Disaster Recovery (DR).

Mengingat bahwa organisasi saat ini berurusan dengan heterogenitas dan platform yang kompleks dan kesaling-ketergantungan aplikasi, proses perencanaan pengguna DR berarti mereka harus menghabiskan banyak waktu memburu buku pegangan DR untuk memperbaiki masalah.

Masalah lain adalah bahwa strategi DR sering terlalu berat terfokus pada komponen data aplikasi bisnis, seperti replikasi data dan backup.

5 Hal Penting Dalam Membuat Perencanaan Pemulihan Bencana

Dengan latar belakang ini, apa yang harus dilakukan Perusahaan? Berikut adalah lima keharusan dalam perencanaan DR.

1. Otomatisasi Pengalihan ke Disaster Recovery Data Center

Tidak ada hal yang ideal dalam menghadapi bencana. Tetapi anda dapat melakukan hal yang paling efektif. Jika bencana terjadi, secepatnya alihkan sistem di perusahaan anda ke situs disaster recovery center pihak ketiga dengan sistem otomatis. Sehingga layanan ke pelanggan tetap berjalan, pelanggan tidak perlu merasakan masalah yang ada. Hanya Manajemen IT Data Center anda yang mengetahui bahwa tempat layanan sebelumnya berjalan di data center X sekarang berjalan di disaster recovery center Y yang berada di lain kota.

2. Menjaga Visibilitas dan Kontrol

Ketika terjadi bencana, Anda perlu sebuah pandangan lengkap dari proses DR: visibilitas ke urutan end-to-end dari peristiwa kegagalan yang terjadi antara pusat data utama Anda hingga pengalihan ke situs recovery data center.

Jika Anda mengandalkan proses manual, bahan visibilitas dan kontrol saja tidak ada. Pengetahuan Anda terkubur dengan banyaknya hal manual, dependensi tertulis di suatu tempat pada spreadsheet dan kompleksitas yang sulit untuk dapat diatasi. Tanpa visibilitas dan kontrol, hal ini sangat tidak memungkinkan Anda untuk cepat memulihkan layanan TI Anda.

3. Memahami Waktu Yang Dibutuhkan Untuk Pemulihan

Website anda yang ditujukan untuk mendapatkan sumber utama pendapatan turun. Platform trading keuangan tidak aktif. Staff layanan pelanggan Anda tidak dapat mengakses sistem, dan permintaan jasa terus bertambah. Dalam salah satu skenario ini, pengguna akan mengajukan satu pertanyaan mendasar: “Kapan layanan perusahaan ini akan normal kembali?”

Dengan asumsi mengandalkan proses DR manual, Anda tidak akan memiliki jawaban. Waktu dan sumber daya didominasi dengan pengukuran tepat dalam memperbaiki bencana. Dan bahkan ketika Anda telah menemukan sumber, anda tetap akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memberikan informasi secara tepat kapan layanan akan kembali berjalan kembali.

4. Memahami Akar Penyebab Masalah

Hal ini terjadi lebih sering daripada yang Anda bayangkan. layanan TI Anda turun. Kemudian Anda memperbaiki apa yang Anda yakini menjadi masalah, hanya untuk menemukan penyebab runtuhnya layanan pada hari yang sama. Jika yang terjadi adalah banjir di server data center Anda, ini tidak hanya berdampak pada server dan jaringan, ini juga merusak beberapa web server anda.

5. Buktikan Perencanaan DR Anda Efektif

Kepatuhan, ini adalah tentang menjaga kerahasiaan, integritas, ketersediaan dan akuntabilitas. Memiliki satu set sistematis dan prosedur komprehensif serta proses yang menggunakan prosedur tersebut memastikan bahwa Anda memiliki kontrol dan akuntabilitas.

elitery-indonesia-disaster-recovery-data-center

Kesimpulan:

Ketelitian prosedur dapat memastikan jika Anda mencium gelagat tidak beres, Anda dapat membuat keputusan untuk pindah ke situs sekunder dan mempertahankan tingkat yang kerahasiaan dan integritas yang sama untuk tetap menjaga ketersediaan dengan menggunakan fasilitas sementara secara otomatis.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s