3 Garis Besar Dalam Melakukan Transformasi Digital

3 Garis Besar Dalam Melakukan Transformasi Digital

Dalam penelitian mendalam dengan para eksekutif di berbagai perusahaan menunjukkan bagaimana manajer dapat menggunakan teknologi untuk mendefinisikan kembali bisnis mereka.

Transformasi digital merupakan penggunaan teknologi secara ‘radikal’ untuk meningkatkan kinerja atau mencapai tujuan perusahaan. Ini merupakan topik panas untuk perusahaan di seluruh dunia. Eksekutif di semua industri telah banyak yang menggunakan kemajuan digital seperti analisis, mobilitas, media sosial dan perangkat embedded cerdas serta meningkatkan penggunaan teknologi tradisional seperti ERP untuk mengubah hubungan pelanggan, proses internal dan proposisi nilai. Eksekutif lainnya, melihat bagaimana teknologi digital berpengaruh cepat pada industri dalam dekade terakhir, mereka mengetahui bahwa harus memperhatikan perubahan dalam industri mereka sekarang ini.

Dengan melakukan transformasi digital di berbagai langkah banyak perusahaan mengalami berbagai tingkat keberhasilan. Beberapa banyak mengubah bagian dari organisasi mereka, sementara yang lain masih melakukan transformasi digital pada tahap dasar.

Perusahaan dapat menggabungkan aktivitas digital dengan kepemimpinan yang kuat untuk mengubah teknologi ke dalam transformasi. Ini adalah apa yang kita sebut Kematangan Digital.

3 Pilar Dalam Melakukan Transformasi Digital

Memimpin perubahan digital memerlukan manajer untuk memiliki visi bagaimana mengubah perusahaan mereka untuk dunia digital. Jadi, di mana Anda dapat melihat? Kegiatan digital apa dapat menjadi peluang terbaik bagi bisnis Anda?

Eksekutif digital mengubah tiga bidang utama dari perusahaan mereka: pengalaman pelanggan, proses operasional dan model bisnis. Dan masing-masing dari tiga pilar tersebut memiliki tiga elemen berbeda yang berubah. Sembilan elemen membentuk satu set blok bangunan dalam melakukan transformasi digital.

Pada artikel ini, kami menyoroti beberapa cara dalam melakukan transformasi digital.

Transformasi Pengalaman Pelanggan

Tiga blok bangunan pertama dimana perusahaan yang akan melakukan transformasi digital akan mengubah pengalaman pelanggan melalui pemahaman pelanggan yang lebih baik, pertumbuhan top-line dan memberikan sentuhan ke pelanggan.

Memahami Pelanggan

Perusahaan mulai mengambil keuntungan dari investasi sistem informasi untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang geografi spesifik dan segmen pasar. Beberapa mengeksplorasi media sosial untuk memahami apa yang membuat pelanggan senang dan apa yang menyebabkan ketidakpuasan pelanggan.

Selain itu, untuk mempromosikan merek lebih efektif melalui media digital. Perusahaan juga membangun komunitas online untuk memberikan nasihat dan membangun loyalitas dengan klien. Hal ini sudah banyak diterapkan di bidang medis, real estate atau produk jasa keuangan. Lainnya sedang membangun produk yang dapat meningkatkan merek dalam komunitas gaya hidup.

Banyak organisasi yang membangun kemampuan analisis untuk memahami pelanggan secara lebih rinci. Beberapa perusahaan asuransi, misalnya, meningkatkan portofolio mereka dan struktur biaya melalui penjaminan berbasis analisis dan harga. Perusahaan lain melakukan eksperimen berbasis analisis untuk mendorong perilaku pelanggan. Dalam satu kasus, sebuah perusahaan restoran secara aktif melakukan eksperimen dalam menu hidangan restoran, harga dan promosi di satu set waralaba. Percobaan dinamis dilakukan untuk penyesuaian harga produk dalam menanggapi permintaan, cuaca, tingkat persediaan, dan waktu penutupan restoran.

Pertumbuhan top-Line

Perusahaan menggunakan teknologi untuk meningkatkan keterlibatan percakapan penjualan. Misalnya, perusahaan jasa keuangan menggunakan presentasi berbasis tablet untuk membuat pitches penjualan. Perusahaan asuransi memperkenalkan alat mobile untuk membantu penjual dan pelanggan terlibat dalam perencanaan berbasis analisis. Sebuah kekuatan penjualan perangkat medis adalah mengganti interaksi manual dengan interaksi digital. Ketika mengunjungi kantor dokter, seorang tenaga penjualan menggunakan iPad dengan video dan informasi lainnya pada produk-produk baru. Tujuannya adalah untuk mendapatkan perhatian dokter – tanpa merepotkan dokter atau mempersingkat waktu di tengah kesibukan dokter.

Pemahaman yang lebih baik membantu bisnis untuk mengubah pengalaman penjualan. Perusahaan yang mengintegrasikan data pembelian pelanggan agar penjualan dan layanan pelanggan dapat lebih personal atau bahkan dapat berguna utuk menawarkan paket produk yang disesuaikan. Sebuah perusahaan perhotelan yang bergerak dalam pemasaran berbasis lokasi menggunakan analisis untuk mengirim kupon mobile personal kepada pelanggan yang sedang berada di dekat hotel mereka. Perusahaan kemudian dapat melacak serapan secara real time. Perusahaan hotel juga dapat menerima informasi keberangkatan dan kedatangan calon tamu hotel prospektif di sebuah bandara, sehingga mereka dapat melakukan tindakan proaktif untuk mempertahankan pelanggan. Sebuah perusahaan perumahaan menyiapkan strategi CRM untuk menghubungkan pelanggan terhadap referensi real estate lokal. Sistem ini mengusulkan penawaran baru secara real time melalui Internet.

Bisnis lain menggunakan konsep toko online sebagai inovasi penjualan digital mereka. Misalnya, sebuah distributor kebutuhan pokok melakukan tindakan proaktif dengan mengadakan belanja online bulanan.Beberapa perusahaan mencoba untuk membuat hidup lebih mudah bagi pelanggan, menyederhanakan proses mereka melalui teknologi digital. Perusahaan retail dapat otomatis memuat daftar belanja online terakhir pelanggan ke situs e-commerce. Proses arus belanja ini, memberikan waktu tambahan bagi pelanggan untuk dapat melihat produk lainnya. Pelanggan kemudian dapat memutuskan apakah akan menggunakan pengiriman atau akan mengambil barang di toko belanja online bulanan tersebut.

Titik Sentuhan Pelanggan

Layanan pelanggan dapat ditingkatkan secara signifikan dengan inisiatif digital. Misalnya, bank yang memakai akun Twitter untuk menjawab keluhan klien dengan cepat. Ini dapat membantu pelanggan untuk pergi ke kantor cabang. Inisiatif digital ini juga dimanfaatkan komunitas ahli, yang memungkinkan crowdsourcing dengan beberapa karyawan dan pelanggan lainnya.

Perusahaan dengan berbagai saluran untuk pelanggan mengalami tekanan untuk memberikan pengalaman terintegrasi. Layanan multichannel membutuhkan pandangan untuk menerapkan perubahan pengalaman pelanggan dan proses operasional internal. Banyak pengecer sekarang menawarkan belanja dari rumah dengan opsi. Namun, salah satu eksekutif perusahaan ritel menjelaskan bahwa pelanggan akan pergi jika tidak bisa mengakses riwayat pesanan online.

Beberapa perusahaan yang pernah di teliti menawarkan layanan mandiri melalui alat digital. Alat-alat ini memungkinkan pelanggan untuk menghemat waktu, selain menghemat uang perusahaan. Banyak perusahaan kini menawarkan aplikasi pelanggan untuk meningkatkan titik sentuhan pelanggan. Perusahaan perhotelan, aplikasi smartphone yang terkait dengan profil pelanggan, memungkinkan integrasi SMS, aplikasi dan upaya media sosial. Sebuah perusahaan media menawarkan aplikasi dengan geo-lokalisasi dan augmented reality untuk membantu pelanggan menemukan tempat menarik untuk dikunjungi dan memberikan penawaran khusus melalui voucher dan e-kupon.

Transformasi Proses Operasional

Meskipun yang paling terlihat adalah perubahan pada pengalaman pelanggan, perusahaan juga bisa mendapatkan manfaat yang lebih dari mengubah proses internal melalui proses digitalisasi, pemberdayaan pekerja dan manajemen kinerja.

Proses Digitalisasi

Otomasi di perkantoran dapat membuat perusahaan lebih memfokuskan karyawan pada tugas-tugas yang lebih strategis. Sebuah produsen sudah mulai memusatkan fungsi HR, memungkinkan skala ekonomi melalui self-service sementara membebaskan orang HR untuk lebih fokus untuk memperbesar kemampuan manajer, bukan membuat payroll. Sebuah produsen bahan khusus telah banyak mengotomatisikan proses R & D. Otomatisasi memungkinkan peneliti untuk fokus pada inovasi dan kreativitas daripada upaya berulang-ulang. Hal ini juga menciptakan aliran data yang dapat berguna dalam upaya data mining nantinya.

Salah satu produsen cat telah membuat pabrik otomatis yang secara signifikan mengurangi kebutuhan tenaga kerja, meningkatkan kualitas produk dan meningkatkan lingkungan, kesehatan dan kinerja keselamatan. Sebuah perusahaan pakaian telah pindah ke proses desain digital ketika berkolaborasi dengan mitra manufaktur. Transformasi digital mengurangi siklus pengembangan produk sebesar 30%.

Pemberdayaan Pekerja

Tinkgtan kinerja individu pada dasarnya telah tervirtualisasi dengan memisahkan proses kerja dari lokasi pekerjaan. Sebuah bisnis jasa keuangan, para karyawannya sudah mulai bekerja dari rumah satu atau dua hari per minggu. Ketika mereka berada di kantor, mereka lebih berkolaborasi dengan karyawannya lainnya. Sementara itu, kolaborasi dan jejaring alat komunikasi perusahaan memungkinkan karyawan untuk berbicara dengan siapa pun dalam organisasi dari mana saja. Ini adalah pengaturan untuk perubahan lebih lanjut terkait dengan globalisasi.

Alat-alat virtualisasi untuk berkerja dilaksanakan karena alasan biaya. Hal ini telah menjadi enabler kuat dalam berbagi pengetahuan. Tenaga penjualan dan karyawan garis depan, misalnya, mulai mendapatkan keuntungan dari alat kolaborasi di mana mereka dapat mengidentifikasi ahli dan mendapatkan pertanyaan atas jawaban secara real time. Mereka juga semakin mendapatkan akses ke sebuah pandangan global dalam hal interaksi perusahaan dengan pelanggan.

Manajemen Kinerja

Sistem transaksional memberikan wawasan produk lebih dalam. Sehingga keputusan dapat dibuat berdasarkan data, bukan pada asumsi. Hal ini terjadi di kedua proses internal dan proses menghadapi pelanggan. Tingkat detail juga meningkat, yang memungkinkan manajer untuk membandingkan status di situs atau mengalokasikan kapasitas produksi produk dalam cara-cara yang mereka tidak bisa lakukan sebelumnya.

Transformasi digital sebenarnya mengubah proses pengambilan keputusan strategis. Eksekutif puncak produsen perangkat medis menggunakan alat kolaborasi perusahaan untuk memperpanjang sesi perencanaan strategis dari 12 orang untuk lebih dari 300 manajer top bisnis. Hal ini memungkinkan masukan yang lebih baik ke dalam proses dan penyerapan visi yang lebih baik setelah keputusan dibuat.

Transformasi Model Bisnis

Perusahaan tidak hanya mengubah bagaimana fungsi mereka bekerja, tetapi juga mendefinisikan ulang bagaimana cara berinteraksi dan bahkan mengembangkan kegiatan perusahaan.

Tiga blok bangunan dari transformasi ini adalah modifikasi digital untuk bisnis, penciptaan bisnis digital baru, dan globalisasi digital.

Modifikasi Bisnis Digital

Salah satu eksekutif media mengatakan bahwa telah menyadari jika kita tidak mengubah cara kita melakukan bisnis, kita akan mati. Ini bukan tentang mengubah cara kita melakukan teknologi tetapi mengubah cara kita melakukan bisnis. Perusahaan ini mencari cara untuk meningkatkan keterlibatan karyawan dengan menggunakan teknologi digital untuk berbagi konten di seluruh departemen.

Sebuah perusahaan kelontong tetap setia dengan bisnis tradisional tetapi menggunakan teknologi digital mereka dapat mengubah pertumbuhan bisnis baru. Sebagaimana yang dilaporkan oleh salah satu eksekutif perusahaan: Setelah dua tahun, e-commerce platform kami membawa 20% klien baru.

Bisnis lain sedang membangun layanan digital di seluruh produk tradisional. Sebuah perusahaan usaha kredit mengembangkan bisnis digital untuk beberapa produk kredit yang memerlukan keterlibatan sentuhan tradisional mereka.

Bisnis Digital baru

Perusahaan juga memperkenalkan produk digital yang melengkapi produk-produk tradisional. Misalnya, produsen pakaian olahraga mulai menjual GPS dan perangkat digital lainnya yang dapat melacak dan melaporkan latihan pelanggan. Perusahaan lain mengubah model bisnis dengan membentuk kembali batas-batas mereka melalui digital. Sebuah perusahaan real estate bergerak dari menjual rumah menjadi assembler produk investasi. Otoritas bandara bertujuan untuk menjadi pemilik proses end-to-end traveler dengan memberikan pengalaman multichannel yang terintegrasi, termasuk informasi tentang lalu lintas pesawat dan pemesanan, promosi belanja bebas bea cukai dan manfaat lainnya.

Globalisasi Digital

Perusahaan semakin berubah dari multinasional dengan operasional yang benar-benar global. Teknologi digital ditambah dengan informasi terintegrasi memungkinkan perusahaan untuk memperoleh sinergi global. Perusahaan-perusahaan ini mendapatkan keuntungan dari layanan global bersama untuk keuangan, SDM dan kemampuan inti seperti manufaktur dan desain. Layanan global bersama meningkatkan efisiensi dan mengurangi risiko. Mereka bahkan mempromosikan fleksibilitas global. Salah satu produsen dapat mengalihkan produksi di seluruh dunia dengan pemberitahuan hanya beberapa hari dalam menanggapi interupsi atau kelebihan permintaan.

Apa garis besarnya ?

Transformasi digital membutuhkan kepemimpinan yang kuat untuk mendorong perubahan. Tetapi juga membutuhkan visi untuk memahami bagian apa dari perusahaan yang ingin Anda ubah. Perusahaan di semua industri dan wilayah bereksperimen dengan manfaat dari transformasi digital. Apakah itu dalam cara individu bekerja dan berkolaborasi, proses cara bisnis yang dijalankan dan bagaimana caranya agar dapat melampaui batas-batas organisasi, atau dalam cara perusahaan memahami dan melayani pelanggan. Teknologi digital menyediakan banyak kesempatan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s