Perangkat Cisco Bermasalah, Sudah Siapkah Anda?

Perangkat Cisco Bermasalah, Sudah Siapkah Anda?

Melalui beberapa situs di luar negeri seperti The Register dan situs di dalam negeri, terdapat informasi masalah perangkat cisco. Seluruh perangkat cisco bermasalah dapat di claim dan diganti oleh Cisco sebagai vendor perangkat tersebut.

Daftar Perangkat Cisco Bermasalah

Seluruh produk perangkat Cisco bermasalah tersebut yang memiliki chipset Intel Atom C2000.

Berikut beberapa perangkat cisco yang bermasalah :

Networking FN-64230 NCS1K-CNTLR
Routing FN-64231 NCS 5500 Line Cards
FN-64252 IR809/IR829 Industrial Integrated Services Routers
FN-64253 ISR4331, ISR4321, ISR4351 and UCS-E120
Security FN-64228 ASA 5506, ASA 5506W, ASA 5506H, ASA 5508, and ASA 5516
FN-64250 Cisco ISA 3000 Industrial Security Appliance
Meraki Notification MX 84
Switches FN-64251 Nexus 9000 Series N9K-C9504-FM-E/N9K-C9508-FM-E/N9K-X9732C-EX
Meraki Notification MS350 Series

Cisco telah merespon hal ini dengan cepat dan membuat pengumuman di website resmi mereka. Namun, apakah pengelola data center di Indonesia baik di Perusahaan swasta maupun di pemerintahan telah siap menghadapi dampak katastropik dari masalah ini ? 

Alat Sensor Monitoring dan Sistem Disaster Recovery Sangat Berguna

Dalam mengantisipasi kelumpuhan sistem, sistem disaster recovery berdasar praktik terbaik tentunya sangat di butuhkan dalam menghadapi situasi ini. Melalui alat sensor monitoring perangkat, perusahaan dapat memantau situasi untuk berjaga-jaga sebelum dilakukan penggantian.

Waktu dalam penggantian hardware (RTO) juga harus diperhitungkan. Sebab jika tidak di perhitungkan dapat berdampak pada downtime yang lebih lama. Sebaiknya, dalam proses penggantian tersebut sistem di alihkan ke situs DRC agar operasional tetap berjalan lancar.

Terutama untuk sebuah data center perbankan dan bursa efek, 1 menit downtime dapat berpotensi kehilangan transaksi ratusan milyar. RTO ini berkaitan dengan seberapa cepat fail-over dapat dilakukan. Meskipun pihak regulator menerapkan waktu maksimal 2 jam untuk fail-over, akan tetapi secara bisnis harusnya memiliki standard yang lebih ketat lagi.

Dengan menggunakan DRaaS (Disaster Recover as a Service), standard fail-over dapat di persingkat menjadi maksimal 15 menit. Tentunya hal ini dapat mengubah standard yang ada dalam prosedur pemulihan bencana, selain untuk memenuhi persyaratan yang di tetapkan oleh para regulator.

Sebelum menggunakan DRaaS, ada baiknya untuk menyelidiki lokasi infrastruktur data center yang digunakan, dan standarisasi atau sertifikasi internasional yang sudah di miliki oleh data center tersebut. Untuk perusahaan besar yang membutuhkan pemulihan bencana dengan world class standard, sertifikasi dari Uptime Institute dan ISO 27001 untuk manajemen keamanan data center adalah hal mutlak. Jangan sampai anda memilih jasa disaster recovery yang mengatasnamakan azure atau lainnya akan tetapi kenyataanya data center yang di gunakan tidak memiliki sertifikasi dari uptime institute.

Sistem dan data sangat penting untuk di jaga saat penggantian perangkat di data center. Kejadian ‘bugs’ pada chipset intel atom yang dipakai oleh beberapa perangkat Cisco tersebut diatas perlu untuk memikirkan dampak pada downtime.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s