Keamanan Cyber Semakin Penting Diterapkan Dalam Era IoT

Perangkat IoT akan semakin banyak membanjiri pasar di dunia. Penggunaan Smart Tag seperti yang diproduksi oleh Schneider electric dapat memungkinkan seluruh elemen elektronik terhubung via internet. Baik untuk pemantauan dan pengendalian, teknologi IoT (Internet of Things) mendatangkan banyak manfaat dan kemudahan bagi para penggunanya. Disisi lain, ancaman cyber membayangi perkembangan teknologi, oleh karena itu keamanan cyber semakin penting untuk dapat diterapkan dalam era IoT.

Perangkat IoT Memerlukan Keamanan Cyber yang Canggih

Sebuah kota di Amerika Serikat sempat mengalami pemadaman lampu dan CCTV menjelang inagurasi presiden Trump yang kontroversial. Pihak pemerintah setempat menolak untuk memberikan pernyataan. Sebagian lampu dan CCTV kemudian diganti.

Dari hal tersebut, ini memungkinkan sekali bagi para hacker untuk meretas pada sistem IoT. Setelah berhasil menyusup, mereka akan melakukan eksploitasi terhadap sistem tersebut. Keamanan cyber yang kurang akan menyebabkan perangkat IoT dapat dikendalikan oleh pihak yang tidak di inginkan, dan ini akan menjadi masalah besar jika penyusup tersebut meminta sejumlah uang tebusan.

Pada industri manufaktur, banyak perangkat IoT yag terkena malware. Hal tersebut dapat menyebabkan downtime pada operasional produksi. Tentunya biaya downtime per jam akan cukup membebani perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan manufaktur sudah saatnya menggunakan sarana disaster recovery.

Jika terjadi penyusupan pada perangkat manufaktur yang terhubung ke internet (IoT) maka operasional IT dapat dialihkan sementara pada situs cadangan. Sebuah data center dengan sertifikasi ISO 27001 akan memiliki teknologi pengamanan yang lebih canggih. Disamping itu, hanya data center TIER III (sertifikasi uptime institute) yang dapat anda andalkan untuk misi kritis operasional anda.

Memang, anda bisa saja turun untuk operasi manual perangkat manufaktur tersebut, akan tetapi hal tersebut tentunya akan menurunkan kinerja anda. Serangan cyber juga dapat berdampak pada matinya mesin-mesin. Jika mesin yang anda gunakan tertanam perangkat IoT, mau tidak mau anda harus mencabut modul tersebut agar dapat di operasikan secara manual.

Data Center Cadangan untuk Meningkatkan Keamanan Cyber

Serangan cyber memang menuntut keamanan cyber yang lebih kuat. Serangan cyber semakin bervariasi, dengan teknik kombinasi beberapa jenis serangan secara bersamaan. Dalam hal ini, Disaster Recovery Center atau sebuah fasilitas untuk menempatkan infrastruktur IT cadangan dapat anda jadikan sebagai solusi keamanan cyber.

Dengan pencadangan infrastruktur operasional IT, perusahaan manufaktur dapat segera mengalihkan sebagian atau keseluruhan operasional IT pada data center cadangan. Disamping itu, anda juga dapat berkonsultasi dan meminta penanganan dari perusahaan managed service untuk menyelesaikan masalah dan meningkatkan keamanan cyber di lingkungan IT perusahaan anda.

Di Indonesia, sudah ada data center dengan standar kelas dunia yang juga menyediakan layanan keamanan untuk infrastruktur IT di data center kantor anda. Ini merupakan total solusi yang dibutuhkan perusahaan dalam menghadapi era IoT dan transformasi digital, dimana kecepatan inovasi semakin dibutuhkan untuk mendapatkan keunggulan daya saing, dan ancaman serangan cyber semakin berkembang.

Dengan menggunakan solusi disaster recovery, perusahaan dapat memperkuat strategi keamanan cyber sehingga operasional kantor dan produksi dapat terus berjalan dalam kondisi apapun. Pengeluaran besar sebagai dampak downtime juga akan jauh lebih mengecil.

Sebagai contoh, jika 1 jam downtime mengakibatkan pemborosan kinerja ribuan pekerja dengan gaji rata-rata Rp. 5 juta per bulan, maka biaya downtime dari pos biaya karyawan adalah sebesar Rp. 25 juta. Jika 10 jam downtime dalam setahun maka biaya downtime karyawan Rp. 250 juta.

Belum lagi penurunan kapasitas produksi, biaya downtime penyusutan mesin dan biaya downtime dari pos lainnya yang terkena dampak perlu dimasukan dalam penghitungan. Hasilnya, mungkin seperti yang disampaikan oleh para peneliti, yakni berkisar milyaran hingga puluhan milyar rupiah untuk 1 jam downtime.

Jika biaya colocation server dan infrastruktur lainnya akan lebih murah 1/4 hingga 1/10 dari biaya downtime selama 1 jam, maka sudah saatnya anda memiliki infrastruktur operasional IT cadangan pada data center dengan standar TIER III dari uptime institute, dan juga memiliki standar keamanan dari ISO27001.

Dengan pola kerja seperti itu, perusahaan dapat meningkatkan keamanan cyber dan menjaga operasional agar dapat terus berjalan tanpa gangguan. Tidak ada yang kebal terhadap downtime, kerusakan salah satu perangkat IT juga dapat menyebabkan downtime.

Trasformasi digital memerlukan strategi. Ada baiknya anda mulai mengenali 3 Garis Besar dalam melakukan transformasi digital di perusahaan anda.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s